Senin, 29 September 2014

Gervinho: Time to Forget Drogba



Gervinho insists that the Ivory Coast National Team should immediately move to enter a new era of post-retirement decisions taken by Didier Drogba.

The 36-year-old striker decided to no longer act on the international level after appearing in the 2014 World Cup Previously, he recorded 65 goals of making 104 appearances with Les Elephants.

"Drogba captained me and he helped the team reach the place where we are today, and I can say he is irreplaceable for the moment. I am proud and happy to play with him," said Gervinho on the official FIFA page.

"Nevertheless, we must turn the page and move forward and face the challenges that have been waiting for us," he concluded.

Ivory Coast now has a new coach Herve Renard inside and is preparing to book a place in the African Cup 2015

Minggu, 28 September 2014

Bento: Ronaldo Not the Best Captain


 Former Portugal boss, Paulo Bento, disagree if Cristiano Ronaldo called as the best captain he has ever handled. Instead, he just filed the name Joao Moutinho.

Ronaldo was appointed as the captain of the team in July 2008 and continues to play such a role when Bento took over as Portugal head coach in 2010.

"I work with a lot of experienced figures. Ronaldo is a figure that is much more mature than a few years ago. He is a player with outstanding quality, very professional. In the 10 years of my career as a coach, he was the best player who ever worked with me, "Bento said on RTP.

"But if I had to choose one player as captain, I have to choose Joao Moutinho because of quality, professionalism, and ability to understand the purpose of a coach. I have long worked with him at Sporting, so my experience from this point of view is more than enough," he concluded.

Rooney Red Card, Shaw United Value Medium Shit



Luke Shaw thinks that Manchester United are not very lucky with the referee's decision and received a red card olehWayne Rooney in the match against West Ham last week. 

England captain Stewart Downing looks kick from behind in the second half, until he was later forced to end the game early. "We were very unlucky with the decision," said left United in the Daily Mail. "We're actually very lucky, especially with the red card received by Wayne Rooney, considering I thought there was a violent handball but the referee does not stop the game," he concluded. United themselves were eventually able to win 2-1 over Sam Allardyce's side of the

Kalah Dari Barcelona B




Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri menilai bahwa kekalahan telak dari Barcelona B pada laga uji coba di Spanyol terjadi akibat timnya bermain gugup.


Bermain di Stadion Ciutat Esportiva Joan Gamper, Rabu (24/9) malam, Garuda Jaya harus mengakui ketangguhan Barcelona B setelah takluk dengan skor enam gol tanpa balas. Laga ini sendiri ditandai dengan bermainnya dua pemain baru Barcelona, Luis Suarez dan Thomas Vermaelen.

Usai laga, pelatih Indra Sjafri mengungkapkan salah satu alasan mengapa timnya bisa kalah telak, selain karena kualitas tim, adalah karena pemainnya tampil gugup sehingga identitas permainan mereka hilang pada laga tersebut.

"Kami kehilangan identitas permainan kami. Para pemain juga tampil gugup dan itu membuat mereka kerap melakukan kesalahan dalam memberikan umpan. Selain itu, para pemain juga tak bisa efektif dalam membangun serangan," ungkap Indra Sjafri.

"Kami sadar bahwa kami bermain menghadapi pemain yang kualitasnya berada di atas kami. Karena itu, di babak kedua kami melakukan pergantian pemain dan meminta pemain untuk tak panik," tandasnya.

Sebagai informasi, enam gol kemenangan Barcelona B dicetak olehThomas Vermaelen, Luis Suarez (dua gol), David Babunski, Bicho dan eksekusi penalti Maxi Rolon

Berita U-19


Timnas U-19 Takluk dari Madrid C


Timnas U-19 yang lebih banyak dihuni pemain pelapis sebenarnya cukup mampu menahan Madrid C yang juga diperkuat putra dari Zinedine Zidane, Enso Zidane. Setidaknya sepanjang babak pertama.

Namun, mental skuat berjuluk Garuda Jaya ini seolah runtuh usai wasit menunjuk titik putih begitu Rudolof Yanto Basma menjatuhkan pemain di kotak terlarang. Eksekusi penalti yang dilakukan Juanjo Narvaez sukses membawa timnya unggul 1-0 di menit ke-43.

Runtuhnya mental karena hukuman penalti itu makin terlihat kala Madrid C menggandakan keungggulannya semenit kemudian. Javier Munoz dengan tendangan mendatarnya membawa Madrid C menutup 45 menit babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Usai turun minum, Timnas U-19 tak kunjung jua bangkit. Belum genap 10 menit babak kedua berjalan, Indonesia harus kembali kebobolan karena skema umpan satu dua cantik Madrid C. Kali ini pemain pengganti, Alvaro, yang mencatatkan namanya di papan skor dan mengubah kedudukan menjadi 3-0.

Pelatih Indra Sjafri akhirnya bereaksi dengan melakukan rotasi demi membangkitkan mental anak asuhnya tersebut. Pemain yang biasa menghuni skuat utama seperti Maldini Pali, Evan Dimas dan Hargianto dimasukkan.

Perlahan Indonesia mampu bangkit dan melancarkan serangan usai pergantian tersebut. Namun, karena terlalu asyik menyerang, Timnas U-19 malah kebobolan lagi di menit ke-83.

Berawal dari sebuah serangan balik, Alvaro mendapatkan bola muntah. Sekali sontek ia kembali membobol gawang Indonesia tanpa mampu ditepis kiper Diki Indrayana yang sudah kehilangan langkah.

Skor 4-0 ternyata belum cukup bagi Madrid C. Pada injury time, mereka kembali mendapatkan penalti karena Hansamu Yama menjatuhkan Febas. Caballo yang menjadi eksekutor sukses menutup laga uji coba ini dengan skor 5-0 untuk kemenangan Madrid C